Atasi Polusi Asap, KKN 196 UIN Bandung dan Warga Pasir Banen Gotong Royong Bangun 2 Titik Rocket Stove

Oleh: Divisi Lingkungan KKN 196
MEKARJAYA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 196 UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama warga Kampung Pasir Banen bergotong royong membangun dua titik fasilitas pembakaran sampah komunal berkonsep Rocket Stove. Langkah kolaboratif ini menjadi respons langsung atas masalah penumpukan limbah dan bahaya polusi dari pembakaran sampah terbuka di permukiman.
Mengusung prinsip pemberdayaan masyarakat, proyek ini tidak dieksekusi sepihak oleh mahasiswa. Warga Kampung Pasir Banen ikut turun tangan langsung sejak proses awal hingga tahap konstruksi. Dengan memanfaatkan bahan bangunan yang kokoh dan tahan panas—seperti bata hebel, perekat hebel, semen, serta material besi—fasilitas ini berhasil didirikan bersama-sama di dua lokasi strategis.
Divisi Lingkungan KKN 196 merancang Rocket Stove ini sebagai solusi transisi jangka pendek. Tungku ini memiliki desain aliran udara khusus yang mampu memusatkan panas, sehingga suhu pembakaran jauh lebih tinggi dibandingkan membakar sampah secara konvensional di tanah. Hasilnya, sampah lebih cepat hancur dan volume asap yang kerap mengganggu pernapasan warga dapat ditekan secara drastis.
Meski demikian, kehadiran dua tungku pembakaran ini baru difungsikan sebagai penanganan darurat sementara. Saat ini, tim KKN 196 masih merampungkan kajian teknis untuk program jangka panjang yang lebih masif, yakni pembangunan Fasilitas Pembakaran Sampah Terpusat menggunakan teknologi Insinerator berskala desa.
Insinerator tersebut kelak ditargetkan mampu mereduksi hingga 90 persen volume sampah desa secara aman, terkontrol, dan minim emisi. Melalui transisi bertahap dari Rocket Stove menuju fasilitas Insinerator, masyarakat Desa Mekarjaya perlahan diarahkan pada ekosistem tata kelola limbah yang lebih modern dan berdampak positif bagi kesehatan lingkungan sekitar.
