Beragam Warna: Meski berbeda namun indah ketika kita jalan bersama

Oleh: Rully Ranggawuni
Dalam lingkup pertemanan manapun selalu diawali dengan pertemuan serta perkenalan. Keberagaman dan perbedaan yang dibawa masing-masing individu menjadikannya warna yang indah ketika kita memaknai serta memahaminya. Begitu juga apa yang terjadi pada kami sekelompok Mahasiswa yang melalukan pengabdian di Desa Mekar Jaya, dikenal dengan nama KKN 196 Desa Mekar Jaya.
Keberagaman dan perbedaan hadir dan tumbuh pada pertemanan kami. Kami saling bertanya dan menjawab. Melempar pertanyaan ringan, menebalkan kebersamaan dengan candaan, merawat kekuatan dengan kerja sama, dan tidak lupa merakitnya satu persatu selayaknya batu bata yang disusun satu demi satu untuk menjadikannya sebuah rumah.
Awalnya kami kira menyatukan segelintir perbedaan dalam waktu yang singkat adalah suatu hal yang “Utopis”. Tetapi Tuhan selalu punya rencana bagi hambanya yang senantiasa berusaha dan berdoa. Harapan itu tidak lagi menjadi harapan. Perbedaan lambat laun berubah menjadi keberagamaan yang memunculkan warna yang Indah. Beragam hal yang pada mulanya sulit untuk disepakati oleh 15 orang dengan isi kepala yang berbeda, pada akhirnya menjadi satu kepala dengan tujuan yang sama yaitu “Pengabdian”. Sisi kedewasaan tumbuh pada masing-masing individu yang ada dalam pertemanan kami yang akan senantiasa membersamai langkah kami kedepan. Perbedaan pandangan atau konflik-konflik kecil akan selalu ada dalam pertemanan manapun. Seperti peribahasa “bagai sayur kurang garam” begitu pun yang terjadi pada kami. Yang pasti kami sudah punya yang namanya kedewasaan dan dinamika yang terjadi hanya berupa bumbu yang melengkapi dan menyempurnakan semuanya. Intinya kami tetaplah satu rumah yang perlu dirawat dan dijaga.
Mengutip sepenggal lirik lagu yang berjudul “Beragam Warna” dari Nosstress sebuah band yang berasal dari Bali: “Meski berbeda namun indah ketika kita jalan bersama. Perbedaan adalah kekayaan untuk kita semua.”
Dari lagu tersebut kami memahami bahwa perbedaan adalah sebuah hal yang wajar, tetapi bagaimana cara kita menyikapinya dengan kedewasaan adalah sebuah keindahan apalagi ketika berjalan secara bersama-sama. Perbedaan bukanlah rintangan melainkan kekayaan bagi kita semua.
Dan pada kami, sekelompok Mahasiswa yang melakukan pengabdian di desa Mekar Jaya yang dikenal dengan nama Kelompok KKN 196 Desa Mekar Jaya semua itu tidak lagi “Utopis” atau hanya sekadar khayalan yang tak kunjung nyata. Kami sudah menjadi rumah yang isinya perbedaan, kedewasaan, serta warna yang indah. Kami sudah berjalan bersama, merawatnya dan menjaganya. Pesan kami untuk hari-hari yang akan datang, Kami tidak akan takut karena kami sudah mampu berjalan bersama tidak ada lagi 15 isi kepala yang berjalan sendirian, semuanya telah menjadikannya “Satu”. Dan begitulah kami “Beragam Warna”.
